Bea Cukai Batam Berhasil Kumpulkan Penerimaan Negara Sebesar Rp4,27 Triliun Di Tahun 2021







Batam jargariapost.online - (12/01) - Bea Cukai Batam berhasil mencapai target penerimaan bea dan cukai tahun 2021
dengan luar biasa. Capaian penerimaan bea dan cukai yang berhasil dikumpulkan meroket hingga
382,91% dari target yang telah ditentukan. Total penerimaan bea dan cukai yang dikumpulkan oleh
Bea Cukai Batam yaitu sebanyak Rp1,09 triliun. Selain penerimaan bea dan cukai, terkumpul juga
penerimaan perpajakan sebesar Rp3,18 triliun sehingga total penerimaan negara yang
dikumpulkan oleh Bea Cukai Batam sebesar Rp4,27 triliun.
“Target penerimaan bea dan cukai tahun 2021 sebesar Rp284,90 miliar sebenarnya sudah berhasil
kita capai lebih dari 100% pada bulan Mei. Tetapi kita terus memaksimalkan penerimaan negara
hingga akhir tahun,” jelas Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam, Ambang Priyonggo.
Jika dibandingkan dengan penerimaan bea dan cukai pada tahun 2020, penerimaan Bea Cukai
Batam tahun 2021 meningkat sebesar 261,84% atau melonjak Rp789,40 miliar. Capaian
penerimaan bea dan cukai tersebut memiliki rincian sebagai berikut:
● Penerimaan Bea Masuk sebesar Rp263,86 miliar;
● Penerimaan Bea Keluar sebesar Rp817,78 miliar; dan
● Penerimaan Cukai sebesar Rp9,24 miliar.
“Penyumbang penerimaan bea dan cukai terbesar yaitu penerimaan bea keluar. Ada lima
perusahaan di Batam yang melakukan kegiatan ekspor crude palm oil (CPO) dan produk
turunannya di sepanjang tahun 2021. Selain itu kenaikan harga CPO di tahun 2021 juga
meningkatkan tarif bea keluar untuk produk ekspor,” tambah Ambang.
Tercapainya target penerimaan bea keluar pada tahun 2021 tentu sangat jauh lebih besar jika
dibandingkan dengan penerimaan Bea Keluar di tahun 2020 yaitu sebesar Rp28,43 miliar. Hal ini
membuktikan bahwa pandemi tidak menjadi penghalang untuk terus melakukan asistensi kepada
perusahaan khususnya yang bergerak di bidang ekspor hingga penerimaan bea keluar dapat
meningkat sebesar 2.776,46%.
Peningkatan penerimaan bea keluar juga sejalan dengan meningkatnya permintaan komoditas
seiring dengan pemulihan ekonomi pada tahun 2021. Harga CPO yang melonjak karena
terbatasnya produksi di negara lain memacu produsen lokal di Batam untuk memenuhi kebutuhan
CPO di dunia dengan cara mengekspor produknya ke luar negeri.

Penerimaan bea masuk naik sebesar 2,55% atau Rp6,57 miliar jika dibandingkan dengan
penerimaan pada tahun 2020. Penerimaan bea masuk tahun 2021 bersumber dari berbagai
kegiatan pemasukan dan pengeluaran barang dari dan ke Batam. Bidang usaha perusahaan yang
menjadi penyumbang terbesar yaitu peternakan, angkutan laut dalam negeri, pedagang besar dan
eceran, pembangkit listrik tenaga panas bumi, dan penyedia jasa kirim barang.


Di sisi lain penerimaan cukai sebesar Rp9,24 miliar bersumber dari cukai hasil tembakau, cukai etil
alkohol, cukai lainnya, denda cukai dan restitusi cukai. Penerimaan lain yang dikumpulkan oleh
Bea Cukai Batam yaitu penerimaan perpajakan sebesar Rp3,18 triliun yang meningkat 45,58%
(Rp995,31 miliar) jika dibandingkan dengan penerimaan perpajakan pada tahun 2020. Jenis
penerimaan perpajakan yang dipungut oleh Bea Cukai Batam yaitu PPh Impor, PPn Impor,
PPnBM, PPN Hasil Tembakau, PPN lainnya, dan Pajak Rokok.“Keberhasilan tercapainya penerimaan Bea Cukai Batam tentu menjadi keberhasilan bersama.
Seluruh satuan yang ada di Bea Cukai Batam telah bekerja dengan baik. Hal ini juga membuktikan
semakin meningkatnya kepatuhan dan kesadaran pengguna jasa. Capaian ini akan menjadi
penyemangat dan pemacu untuk bekerja lebih baik lagi di tahun 2022,” pungkas Ambang.(Red)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Korneles Sairatu Resmi Dilantik Sebagai Pengurus Esports Indonesia ( ESI ) Kabupaten Kepulauan Aru Periode 2024 - 2028

Pertanggungjawaban Pengelolaan Keuangan Daerah, GMKI Dan HMI Tuntut DPRD Panggil Mantan Bupati Johan Gonga

Kami Keluarga Besar Meminta Kepada Kapolres Maluku Barat Daya ( MBD ) Bersama Jajarannya Untuk Bisa Mengungkap Kasus Kematian Almarhum H. Unitly