Kapolresta Ambon Sambut Positif Dua Agenda Besar Cahaya Timur Nusantara Emas, Festival Budaya dan Karate Cup 2026

Kapolresta Ambon Sambut Positif Dua Agenda Besar Cahaya Timur Nusantara Emas, Festival Budaya dan Karate Cup 2026
                    13 Agustus 2026
Ambon,stevenbuserkriminal.my.id - Semangat membangun generasi muda Maluku melalui seni, budaya dan olahraga terus mendapat ruang. Yayasan Cahaya Timur Nusantara Emas menyiapkan dua agenda besar sepanjang 2026, yakni Festival Art and Culture for Maluku 2026 dan Open Turnamen Karate Cahaya Timur Nusantara Emas Cup 2026 yang memperebutkan Piala Pahlawan Nusantara.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Yayasan Cahaya Timur Nusantara Emas bersama Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol. Andrias Susanto Nugroho, S.I.K., M.Si., di Ambon, Kamis (13/8/2026).

Audiensi menjadi ruang penting untuk membangun komunikasi dan koordinasi antara yayasan dan jajaran kepolisian, khususnya terkait kesiapan, ketertiban serta keamanan pelaksanaan kegiatan yang akan melibatkan generasi muda dan masyarakat.

Ketua Umum Yayasan Cahaya Timur Nusantara Emas, Bung Jefri Tuwul, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan Kapolresta Ambon untuk menerima pihak yayasan dan berdiskusi mengenai berbagai agenda yang sedang dipersiapkan.

«“Kami sangat mengapresiasi Bapak Kapolresta yang telah meluangkan waktu untuk menerima audiensi kami. Pertemuan ini sangat penting untuk membangun komunikasi dan koordinasi terkait kegiatan yang akan kami laksanakan,” ujar Bung Jefri Tuwul.»

Festival Budaya Menjadi Ruang Ekspresi Generasi Muda

Agenda pertama yang dipersiapkan adalah Festival Art and Culture for Maluku 2026, yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026, menjelang momentum Hari Kebudayaan Nasional.

Festival tersebut diarahkan menjadi ruang ekspresi bagi pelajar dan generasi muda untuk menampilkan kreativitas, seni dan kekayaan budaya Maluku. Tidak sekadar menjadi pertunjukan, festival diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kecintaan generasi muda terhadap identitas budaya daerah.

Bagi Maluku, seni dan budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga dapat menjadi kekuatan untuk membangun masa depan. Karena itu, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan festival tersebut.

Karate Cup dan Piala Pahlawan Nusantara

Sementara itu, agenda kedua adalah Open Turnamen Karate Cahaya Timur Nusantara Emas Cup 2026 dengan memperebutkan Piala Pahlawan Nusantara.

Turnamen ini dirancang sebagai wadah pembinaan atlet muda sekaligus mendorong lahirnya generasi yang memiliki disiplin, sportivitas, keberanian dan semangat pantang menyerah.

Melalui olahraga karate, generasi muda tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi di arena pertandingan, tetapi juga membangun karakter dan mental yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.

Bung Jefri mengatakan, kedua agenda tersebut memiliki semangat yang sama, yakni menciptakan ruang positif bagi generasi muda.

«“Kami ingin kegiatan seni, budaya dan olahraga dapat berjalan bersama. Anak-anak muda harus diberikan ruang untuk berkarya, berprestasi dan menunjukkan kemampuan mereka melalui kegiatan yang positif,” jelasnya.»

Sinergi untuk Kegiatan yang Aman dan Tertib

Dalam audiensi tersebut, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease menyambut positif rencana kegiatan yang disampaikan Yayasan Cahaya Timur Nusantara Emas.

Koordinasi antara panitia dan pihak kepolisian akan terus dilakukan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku, khususnya berkaitan dengan aspek keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Jajaran Polresta pada prinsipnya akan menjalankan tugas sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi), termasuk dalam aspek pengamanan apabila kegiatan telah memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan.

Bagi Yayasan Cahaya Timur Nusantara Emas, komunikasi dengan aparat keamanan menjadi bagian penting dari persiapan kegiatan berskala masyarakat tersebut.

Dari Maluku untuk Indonesia

Bung Jefri menegaskan bahwa tujuan utama kedua kegiatan bukan semata-mata menyelenggarakan sebuah acara, tetapi menghadirkan ruang yang dapat memberikan manfaat bagi generasi muda dan masyarakat.

«“Tujuan utama kami adalah memberikan ruang positif kepada generasi muda untuk terus berkarya, menjaga budaya Maluku dan memperkenalkannya hingga ke tingkat nasional maupun internasional. Melalui olahraga, seni dan budaya, kita ingin membangun generasi muda yang kreatif, disiplin dan berprestasi,” katanya.»

Ia menambahkan, pihak yayasan akan terus membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, stakeholder, komunitas, sekolah dan berbagai elemen masyarakat agar seluruh rangkaian kegiatan dapat dipersiapkan secara matang dan dilaksanakan sesuai ketentuan.

Dua agenda tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan generasi muda dapat dilakukan melalui berbagai jalur: budaya untuk memperkuat identitas, seni untuk membuka ruang kreativitas, dan olahraga untuk membangun disiplin serta prestasi.

Audiensi antara Yayasan Cahaya Timur Nusantara Emas dan Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi dalam menghadirkan kegiatan yang aman, tertib dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Dari Maluku untuk Indonesia — budaya dijaga, generasi muda berkarya, olahraga berprestasi, persatuan diperkuat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bupati Kepulauan Aru Bertindak Sebagai Inspektur Upacara Penjemputan 542 Prajurit Yon-TP 912 Satria Jargaria Sakti

Korneles Sairatu Resmi Dilantik Sebagai Pengurus Esports Indonesia ( ESI ) Kabupaten Kepulauan Aru Periode 2024 - 2028

*DIDUGA ANGGARAN KEPULAUAN ARU TAHUN 2018, ALOKASI DANA DESA ADD 68 DESA DAN DANA DESA DD 69 DESA BELUM SPJ PERLU DI TELUSURI APH*